0

Hal-hal yang Perlu Dihindari Supaya Cepat Hamil

Published In: Cara Cepat Hamil Hits: 242 Rating:   0 reviews

Memberikan pemahaman akan hal-hal apa saja yang perlu dihindari supaya cepat hamil bagi pasangan suami istri yang telah lama atau baru menikah.

Daftar hal-hal yang perlu dihindari supaya cepat hamil adalah sebagai berikut:

  1. Hindari Stres
  2. Kurangi Konsumsi Kafein, Alkohol, dan Rokok
  3. Hindari Potensi Disfungsi Seksual
  4. Hindari Penyebab Kanker Serviks
  5. Hindari Endometriosis
  6. Hindari Pemakaian Alat Kontrasepsi
  7. Hindari Obat-obatan Tanpa Resep dari Dokter
  8. Hindari Penggunaan Radiasi dan Kemoterapi
  9. Hindari Berendam Air Hangat
  10. Hindari Banyak Duduk

Hindari Stres

Hal penting yang perlu Anda dan pasangan hindari adalah stres. Stres seringkali menyebabkan seorang wanita sulit untuk hamil, karena ketika stress tubuh wanita akan memproduksi hormon penyebab stress, yakni epinephrine, kortisol, endorphin, dan prolaktin yang semuanya menyebabkan kestabilan kerja otak terganggu. Gangguan ini menyebabkan sel telur tidak matang atau tidak dapat keluar.

Banyak wanita yang tidak merasa bahwa dirinya stres. Namun, tanda-tanda stres bisa dideteksi lewat prilaku maupun kebiasaan seseorang, misalnya selalu merasa letih, lesu, mengantuk, mudah marah, serta perasaan tidak berdaya.

Tidak dipungkiri, stres memang bagian dari kehidupan. Saat pekerjaan sedang menumpuk ditambah lagi keadaan ekonomi yang tidak menentu. Jika hal ini sedang melanda Anda dan pasangan, ada baiknya Anda dan pasangan meluangkan waktu untuk meditasi, melakukan yoga, dan hidup seimbang.

Kurangi Konsumsi Kafein, Alkohol, dan Rokok

Hasil studi dari American Pregnancy Association menunjukkan bahwa minum tiga cangkir kopi sehari dengan kandungan kafein sekitar 300 mg dapat menurunkan kemungkinan wanita hamil sebesar 27% dibanding mereka yang tidak meminum kopi.

Sedangkan dari New England Journal of Medicine diketahui bahwa terlalu banyak konsumsi kafein dapat menyebabkan keguguran spontan. Dan wanita peminum alkohol sedikitnya lima kali dalam seminggu memiliki kemungkinan rendah untuk bisa hamil. Dan untuk kaum pria, minum alkohol 3-4 gelas sehari dapat mempengaruhi kualitas sperma. Alkohol dapat menurunkan tingkat testosteron. Sementara, perempuan yang merokok akan memiliki tingkat kesuburan lebih rendah. Sebuah studi di Finlandia menemukan bahwa sebanyak pria yang merokok lebih tidak subur kebanding pria yang tidak merokok.

Seorang laki-laki harus berhenti merokok sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum merencanakan untuk memiliki bayi. Orangtua perokok adalah salah satu penyebab terbesar dalam melahirkan bayi yang cacat genetik dan memiliki dua kali resiko lebih besar untuk mengidap kanker anak.

Hindari Potensi Disfungsi Seksual

Disfungsi seksual dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Pada lelaki, disfungsi seksual mengacu kepada kesulitan terlibat dalam hubungan seks. Disfungsi seksual pada laki-laki tersebut meliputi: (a) berbagai gangguan yang mempengaruhi gairah seks (libido), (b) kemampuan untuk mencapai atau menjaga ereksi (disfungsi ereksi, atau impoten), (c) permasalahan ejakulasi, (d) masalah kemampuan untuk mencapai orgasme.

Disfungsi seksual pada perempuan terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu: (a) gangguan hasrat (tak punya keinginan atau rendahnya keinginan), (b) gangguan arousal (tidak bisa mempertahankan tegangan / putus ditengah jalan), (c) gangguan orgasme (tidak bisa orgasme), (d) gangguan nyeri (nyeri saat berhubungan).

Adapun penyebab disfungsi seksual bisa berupa faktor fisik maupun psikologis. Untuk faktor fisik dapat berupa kelainan atau penyakit pada organ kelamin. Sedangkan faktor psikologi adalah sebagai berikut: (a) depresi, (b) marah dengan pasangan, (c) gelisah, (d) berselisih atau bosan dengan pasangan, (e) takut menghamili, bergantung pada orang lain, atau kehilangan kendali, (f) cemas atau khawatir mengenai performa selama hubungan, (g) terhalang atau terganggu mengenai tingkah laku seks, (h) mengalami trauma seks sebelumnya (misal, diperkosa, hubungan sedarah, kekerasan seks, atau disfungsi seks sebelumnya).

Pengobatan disfungsi seksual tergantung daripada penyebabnya, dan dapat dilakukan secara medis dan non-medis. Pengobatan non-medis terdiri dari: (1) saling mendengar dan berbicara dengan pasangannya masing-masing terutama tentang hubungan seksual mereka, (2) gaya hidup yang sehat (tidak merokok dan minum alkohol), (3) memperkuat otot-otot dasar panggul dengan latihan kegel atau sejenisnya, (4) melakukan konseling ke pakar terapis seks.

Untuk pengobatan medis diarahkan ke faktor-faktor psikis, seperti pemberian obat anti ansietas dan antidepresi. Untuk kasus kurang hormon dapat diberikan hormon yang sesuai misalnya estrogen, progesteron, atau androgen.

Hindari Penyebab Kanker Serviks

Di Indonesia, kanker serviks menjadi pembunuh utama para kaum hawa. Jika kanker ini sudah menyerang, terkadang operasi pengangkatan rahim menjadi sebuah jalan yang mungkin tidak terelakkan. Akibatnya, harapan untuk mendapatkan anak pun rasanya tidak mungkin karena rahim yang digunakan untuk pertumbuhan janin sudah tidak ada.

Proses terjadinya kanker ini adalah secara bertahap dan memerlukan waktu yang cukup lama tetapi progresif. Dari hasil penelitian mutakhir, diketahui bahwa penyebab kanker serviks adalah sebagai berikut:

Infeksi human papilloma virus (HPV)

Virus ini ditularkan melalui hubungan seks. Oleh karena itu, hubungan seksual tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Perilaku Seks

Berdasarkan penelitian, resiko kanker serviks meningkat lebih dari 10 kali bila berhubungan dengan enam atau lebih mitra seks.

Wanita perokok

Wanita perokok memiliki resiko dua kali lipat terhadap penyakit ini jika dibandingkan dengan wanita yang bukan perokok.

Trauma kronis pada serviks

Trauma ini terjadi karena persalinan berulang kali yang mengalami infeksi dan iritasi menahun.

Kontrasepsi oral

Penggunaan kontrasepsi oral dapat meningkat resiko 1,5-2,5 kali bila diminum jangka panjang selama lebih dari 4 tahun.

Defisiensi zat gizi

Defisiensi zat gizi pada beta karoten dan vitamin A, C, dan E memungkinkan meningkatnya resiko terkena kanker serviks pada wanita.

Kini, kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin dengan vaksin, baca selengkapnya disini: Vaksin HPV Pencegah Kanker Serviks Sejak Dini.

Hindari Endometriosis

Endometriosis adalah kelainan pada lapisan pelindung rongga rahim. Jika pada wanita normal, lapisan pelindung (endomterium) terletak di rongga rahim, maka pada kasus endometriosis, endometrium tumbuh di luar rahim.

Endometriosis bisa menyebabkan indung telur, saluran telur, serta organ repoduksi lainnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Proses pembuahan menjadi sulit, sehingga cikal bakal janin tidak pernah terbentuk. Oleh karenanya, wanita yang mengalami Endometriosis sulit memiliki anak, dan prosentase kemungkinan terjadinya kehamilan di luar kandungan pun jauh lebih tinggi.

Seringkali Endometriosis tidak ada gejala khusus, namun pada beberapa situasi, Endometriosis menampilkan beberapa gejala berikut ini: (1) perut nyeri selama haid, kadang disertai kejang pada otot perut, (2) pinggang terasa sakit ketika duduk, (3) panggul terasa nyeri, baik pada bagian belakang maupun samping, (4) sakit perut yang mirip dengan gejala sakit maag, (5) anus dan sekitarnya terasa sakit ketika buang air besar, (6) vagina terasa tebal, (7) muncul bercak merah jauh sebelum tibanya siklus haid, (8) nyeri pada saat bersanggama.

Untuk menyembuhkan penyakit endometriosis tidak mudah dan pada beberapa wanita ditemukan endometriosis susah hilang walaupun sudah berkali sembuh. Pengobatan endometriosis memakan waktu, dan biaya yang tidak sedikit, pengobatannya tidak ada yang 100% bisa menyembuhkan.

Walau demikian, bukan berarti Anda tidak dapat melakukan apapun untuk berusaha hindari endometriosis. Beberapa ahli menduga bahwa endometriosis disebabkan oleh daya tahan tubuh yang menurun akibat stress atau berhubungan saat meenstruasi sedang berlangsung.

Hindari Pemakaian Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi biasa digunakan untuk menunda kehamilan. Bila pasangan muda hendak menunda kehamilan, disarankan untuk dapat memilih alat dan metode kontrasepsi tepat dan berdasarkan anjuran dokter agar dari infertilitas atau kesulitan hamil pada saat mereka ingin punya keturunan lagi.

Alat kontrasepsi yang diterapkan pada wanita umumnya memiliki fungsi untuk meningkatkan antibodi anti sperma daripada si wanita itu. Hal ini bertujuan dengan harapan bahwa jika ada sperma suami yang masuk ke dalam tubuh sang istri saat berhubungan badan maka akan dilemahkan secara alami oleh antibodi anti sperma tubuh sang istri tadi. Namun, hal ini berhubungan dengan hormon, dan ada kemungkinan kemampuan tubuh sang istri untuk menghasilkan antibodi anti sperma ini pun menjadi permanen dan menyebabkan sulit hamil atau bahkan menjadi tidak bisa punya keturunan secara permanen. Ikuti dosis dan saran dokter bilamana Anda menggunakan alat kontrasepsi.

Hindari Obat-obatan Tanpa Resep dari Dokter

Salah satu obat yang perlu dihindari adalah obat anthistamin. Obat ini efektif untuk mengobati demam ringan. Jenis obat lain yang tidak diresepkan adalah loratadine, Benadryl, dan chlorphenamine. Efek samping obat ini bagi wanita adalah menurunkan jumlah cairan pelumas sehingga vagina wanita tersebut menjadi kering dan sulit mencapai orgasme.

Selain itu, hindari juga obat Xenoestrogen. Obat ini mengandung zat toksin yang mempunyai struktur kimia menyerupai estrogen. Xenoestrogen akan mengirim sinyal-sinyal toksin yang dapat mengacu metabolisme tubuh dan mengganggu proses ovulasi. Xenoestrogen ini juga bersumber dari makanan yang dipanaskan dalam plastik, pewarna rambut, dan resido pestisida sayuran.

Hindari Penggunaan Radiasi dan Kemoterapi

Sinar radiasi dan kemoterapi biasa digunakan untuk mengetahui penyakit yang ada dalam tubuh manusia, misal penyakit kanker. Penggunaan sinar radiasi dan kemoterapi mempunyai efek samping yang dapat memanaskan tubuh kita. Bila tubuh kita terkena sinar-sinar ini, maka akan menyebabkan sperma mati karena terkena sinar panas radiasi dan kemoterapi. Akibatnya adalah julah sperma menjadi berkurang.

Hindari Berendam di Air Hangat

Terbukti secara medis bahwa bila kerap kali mandi menggunakan air panas khususnya pria, maka akan mengurangi tingkat kesuburannya. Mandi dengan menggunakan air panas sangat baik, namun sebelum menjalani masa kehamilan sang suami hendaknya mengurangi mandi dengan air panas agar kualitas spermanya tidak berkurang dan berfungsi selayaknya.

Hindari Banyak Duduk

Bila pekerjaan Anda mengharuskan Anda banyak duduk, maka kurangilah. Jalan lah setiap 30 menit sekali. Hal ini dilakukan supaya testis dalam tubuh Anda tidak mengalami kepanasan. Memang Anda tidak merasakan panasnya testis itu, tetapi sirkulasi dalam tubuh kita tetap berjalan secara alamiah tanpa campur tangan manusia atau kita sendiri.

KEMBALI KE INDEKS CARA CEPAT HAMIL

Tags:

Leave A Comment

Nama Anda:
Alamat Email:
Rating:  1   2   3   4   5 
Comment
Captcha
© 2007 - 2017 Bebekidsworld